Empat hari bertahan hidup di hutan, Fatonah terselamatkan


Merauke (13/02) - Fatonah hanya mengenakan celana pendek dan pakaian dalamnya ketika berhasil ditemukan oleh tim  SAR gabungan yang melakukan pencarian hari ini. Tanpa alas kaki dan terduduk lemas di pinggir rawa di dalam hutan. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Fatonah telah tidak pulang ke rumah sejak hari jumat (10 februari) yang lalu. Dia di laporkan hilang oleh tetangganya di hutan di daerah Jagebob II desa irian Sakti SP 1 Distrik Jagebob. Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 Wit di koordinat 08?05'060'' S - 140?48'282'' E. Korban berhasil ditemukan setelah tim Rescue kantor SAR Merauke dengan dibantu potensi sar lain seperti dari TNI, Polsek Jagebob serta warga masyarakat mempergunakan teknik ESAR. Sebuah teknik pencarian berbanjar dengan jarak tertentu antara masing-masing personil dan menyapu dengan teliti daerah yang menjadi dugaan korban berada.Kulit mengeriput yang cukup parah pada kaki dan tangan korban ditambah lagi beberapa luka kecil di sekujur tubuhnya turut memperlemah fisik dari korban. Mungkin akibat kondisi yang harus dihadapinya selama beberapa hari terakhir di tengah hutan seorang diri, korban agak sulit diajak berkomunikasi. "Saya kaget waktu menebas semak-semak untuk membuka jalan di depan, tiba-tiba saya lihat ada perempuan duduk dipinggir rawa tidak pakai baju, tidak sangka korban ternyata masih hidup" ucap Lukas, seorang Rescuer (penolong.red) kantor SAR Merauke menceritakan kembali apa yang di alaminya siang tadi. "Apalagi sebelumnya saya dan teman saya mencium bau busuk seperti bau bangkai di dekat lokasi temuan tadi" ujarnya menutup cerita.Setelah diberi pakaian dan alas kaki oleh salah seorang personil rescuer kantor SAR Merauke serta memakan logistik perbekalan yang dibawa personil, Fatonah dibawa keluar dari hutan. Jarak yang cukup jauh dari lokasi temuan ke jalan setapak terdekat mengakibatkan proses evakuasi berjalan lambat. Korban hanya mau dipapah dan tidak mau ditandu, padahal telah dibuatkan tandu untuk mempermudah proses evakuasi. Korban sempat di naikkan diatas traktor milik petani setempat menuju ke titik penjemputan.Sesampainya di titik penjemputan yang dapat dijangkau oleh mobil, korban lantas di evakuasi menuju ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Hal ini dilakukan karena kondisi fisik korban yang sudah terlihat sangat lemah.Dengan diserahkannya Fatonah ke pihak keluarga dalam kondisi selamat, seluruh personil kantor SAR Merauke serta unsur potensi SAR ditarik kembali dan  operasi SAR dinyatakan ditutup.(dwb/humas)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author