Seorang Surveyor diduga tersesat di hutan Boven Digoel


Merauke ( 14/09) - Perihal ini dilaporkan oleh ibu Florentina, karyawan PT. Megakarya Jaya Raya ke Pos Pencarian Dan Pertolongan Boven Digoel hari ini pukul 13.00 wit dan kemudian oleh Verawati (personil pos) diteruskan ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke. Korban dugaan tersesat tersebut bernama Teovanus Ewa (23 th).

Kejadian bermula ketika pada tanggal 10 September lalu tim survey perusahaan yang berjumlah 4 (empat) orang melakukan survey lapangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Di hari tersebut mereka kehilangan drone yang hilang kendali ketika sedang mengudara. Mengingat hari sudah petang maka diputuskan untuk mencari keberadaan drone esok hari. Keesokan harinya tanggal 11 September, mereka berempat kembali ke lokasi survey untuk mencari namun hasilnya nihil. Ketika pada tanggal 12 September mereka kembali ke hutan untuk melakukan pencarian, nasib naas menimpa tim survey sebab salah seorang rekannya tidak kunjung kembali sampai sore hari. Berdasarkan keterangan rekan korban, hari itu memang mereka berempat memutuskan untuk berpencar. Namun Stevanus tak kunjung kembali hingga petang. Menyadari rekannya dalam kondisi membahayakan maka dilaporkanlah berita kehilangan tersebut ke Polres Boven Digoel. Pada tanggal 13 September, tim gabungan dari Polres dan pihak perusahaan melakukan upaya pencarian namun lagi-lagi hasilnya nihil hingga sore hari.

Siang tadi setelah menerima laporan dari perwakilan perusahaan, personil Pos Pencarian Dan Pertolongan Boven Digoel lantas bergerak menuju lokasi kejadian dan akan bergabung dengan tim gabungan yang sudah berada di lokasi kejadian. Lokasi kejadian dugaan korban tersesat adalah di hutan kampung Anggai Distrik Jair kabupaten Boven Digoel atau sekitar 35,25 Km arah selatan dari Pos SAR Boven Digoel. Personil Pos SAR berjumlah 4 (empat) orang pada pukul 16.45 wit tiba di kampung Miri atau sekitar 8 (delapan) km lagi untuk tiba di lokasi kejadian. Mengingat hari mulai petang maka diputuskan malam ini personil akan beristirahat di kampung Miri. Besok pagi tim akan melanjutkan perjalanan ke lokasi dan langsung melakukan upaya pencarian. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan darat dan kemudian dilanjutkan menggunakan speed boat/perahu bermesin.

Rekan korban menuturkan bahwa Teovanus Ewa terakhir kali terlihat menggunakan jaket abu-abu dengan kaos berwarna hijau serta memakai celana jeans pendek serta menyandang tas.(dwb)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Minsar
14 September 16:00 WIB