Cegah penyebaran Covid-19, Basarnas Merauke disemprot Desinfektan


Merauke (25/03) – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) belum juga berakhir, kondisi ini sangat terasa dan sangat mengganggu aktifitas seluruh umat manusia bukan saja di negara kita bahkan di seluruh dunia. Pemerintah kini tengah gencar-gencarnya memerangi virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini. Virus Corona yang saat ini mewabah (SARs-CoV-2) dan menyebabkan penyakit COVID-19 merupakan jenis virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia. Telah banyak jatuh korban meninggal dunia akibat virus ini, namun tidak sedikit pula yang kini kondisinya telah pulih dan dinyatakan sehat oleh dokter tentunya setelah melewati serangkaian pemeriksaan laboratorium yang cukup panjang dan melelahkan. Hal ini memberikan titik terang bagi kita semua karena memang virus ini berdasarkan pernyataan banyak pihak berkompeten termasuk pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, tidaklah terlalu berbahaya. Sepanjang kita patuh dan taat dengan anjuran dan arahan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virusnya. Dibutuhkan kedisiplinan dari kita juga untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar terhindar dari virus ini. Diantaranya dengan tetap menjaga kebersihan dan lebih menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Bersih diri maupun bersih lingkungan. 

Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke sebagai instansi pelayanan publik menjadi sangat rentan terhadap serangan virus ini mengingat aktifitas manusia yang tidak pernah berhenti setiap saat di dalamnya. Menyikapi hal tersebut maka dilakukan upaya pencegahan penyebaran dengan menyemprotkan desinfektan ke seluruh sudut kantor dengan tujuan membunuh virus jika ada. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, sekira pukul 10.00 wit, 8 (delapan) personil dinas kesehatan berkeliling ke seluruh sudut kantor menyemprotkan cairan desinfektan. Dijumpai di sela-sela kegiatan, Edo Simbolon selaku ketua tim Dinas Kesehatan yang bertugas menyampaikan bahwa saat ini permintaan penyemprotan yang masuk dari warga masyarakat sangat banyak. Sehingga timnya agak kewalahan memenuhi permintaan warga. Ditambah lagi bahan baku pembuatan cairan desinfektan yang sudah mulai sulit dijumpai di pasaran. Sehingga perlu dibatasi mana yang menjadi prioritas dulu untuk disemprot terutama kantor-kantor atau fasilitas umum yang terbuka untuk publik. “Masyarakat bisa membuat sendiri kok cairan desinfektannya, pakai larutan pemutih atau pembersih lantai yang dicampur air kemudian disemprotkan pakai semprotan. Jadi tidak harus kami, masyarakat secara mandiri bisa melakukannya” tutupnya.(dwb/humas)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Minsar
25 March 11:00 WIB