KAPAL SEMANG TERBALIK, EMPAT NELAYAN DALAM PENCARIAN


Merauke – Perihal ini pertama kali dilaporkan oleh Lukman, personil Satpolairud Polres Merauke ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke pukul 21.20 Wit dan diterima petugas piket malam ini. Awalnya kejadian kecelakaan ini dilaporkan oleh ibu Sudarmiati ke pos Satpolairud Polres Merauke, lantas diteruskan ke kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke. Menurut penuturan pelapor, salah satu korban masih sempat menghubungi kerabatnya di rumah dan menyampaikan kondisi serta lokasi terbaliknya kapal semang naas tersebut. Namun setelahnya, nomor korban sudah tidak bisa di hubungi lagi. Berdasarkan data awal tersebut, pada pukul 21.30 wit sebanyak 5 (lima) personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke serta 2 (dua) personil Satpolairud Merauke dikerahkan menuju ke lokasi kejadian kecelakaan di koordinat  8° 29' 36,36" S - 140° 19' 59,65" E atau berjarak 9,22 km dari kantor ke arah barat  laut. Tim SAR gabungan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). 

Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki, antara lain Abdul Salam (nahkoda), Sapar, Sakir, dan Luki. 

Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke melalui Kepala Subseksi Operasi Fajar Yuniarto, S.E menyampaikan bahwa saat ini upaya pencarian di laut juga melibatkan 3 (tiga) kapal nelayan yang salah satunya adalah milik anak dari seorang korban yang tengah dalam pencarian. “Kami komunikasi intensif dengan ketiga kapal di sana untuk mengatur area pencarian malam ini, kebetulan lokasi menjaringnya tidak jauh dari lokasi kejadian” tegasnya.

Kondisi cuaca di lapangan dilaporkan saat ini hujan dengan ketinggian ombak berkisar antara 0,75 sampai dengan 1,5 meter dan kecepatan angin 20 sampai dengan 40 km per jam. Tim SAR gabungan terhalang kondisi cuaca yang tengah turun hujan dan jarak pandang yang sangat terbatas.

Sampai dengan siaran pers ini dikeluarkan, upaya pencarian masih terus dilakukan.(dwb/humas)



Kategori Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Minsar
10 May 23:00 WIB