KMN. Ringgo Natuna tenggelam, 7 (tujuh) selamat, 1 (satu) meninggal, 1 (satu) dalam pencarian


Merauke (20/09) – Laut Arafuru kembali memakan korban, kali ini menimpa KM. Ringgo Natuna. Kapal naas berawak 9 (Sembilan) orang tersebut harus tenggelam usai didera ombak besar di laut Arafuru pada tanggal 16 September lalu. Perihal ini diaporkan oleh Hendri Gaitedy Ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke Minggu pukul  22.00 wit. Dari data yang diperoleh, kapal yang di nahkodai oleh Hadi Sumarno itu berawakkan Mustofa (KKM) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Muh Yunus (ABK), Yanuar Prima (ABK), Hasdin (ABK), Ripan (ABK), Ruslan (ABK), Ahmad I.J (ABK), dan Haryono Suyono (ABK). Kapal ikan tersebut dicirikan berwarna biru dengan berat tonase 30 ton. Kapal dilaporkan tenggelam pada koordinat 08°40’.00’’ S – 139°.43’00’’ E atau berjarak sekitar 77 km kearah barat.

Beruntung, pada hari Minggu (19 september.red) kemarin ada salah satu kapal nelayan yakni KMN. Lati Mojong 1 yang menemukan 8 (delapan) anak buah kapal KM. Ringgo Natuna sedang terapung-apung diatas kapal yang dalam posisi tertelungkup. Kedelapan ABK tersebut duduk diatas bangkai kapal yang mengapung terbalik. Dari 8 (delapan) orang tersebut, didapati 1 (satu) orang ABK sudah tidak bernyawa lagi, 2 (dua) orang dalam kondisi lemas dan sisanya lima orang lagi dalam kondisi stabil.

Pada pukul 02.57  wit, KM. Lati Mojong yang membawa kedelapan korban telah sandar di demaga    Perikanan Merauke. Seluruh korban baik meninggal maupun selamat di evakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut  Merauke.

Sesuai rencana operasi, pagi ini akan diturunkan 1 (satu) tim Rescue beranggotakan enam personil akan melakukan pencarian atas nahkoda KMN. Ringgo Natuna.

“Disana tidak ada kapal lain, jadi kapal saya sendiri yang lakukan evakuasi” ujar Ramli selaku nahkoda KMN. Lati Mojong saat ditemui seusai proses evakuasi kedelapan korban yang diangkatnya sore kemarin. “Dari jam 5 saya ketemu terus kita angkat ke atas kapal sampai jam enam. Cuaca juga sangat tidak bersahabat” jawabnya ketika disinggung soal cuaca di laut.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan,S.E kembali mengingatkan pada para nelayan dan pengguna jasa pelayaran agar senantiasa memperhatikan serta mematuhi himbauan dan pesan dari BMKG saat hendak melaut. Ini demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan Bersama. “Perhatikan tanda-tanda alam saat hendak melaut, jangan memaksa keluar kalau cuaca tidak memungkinkan !” tegasnya. dwb/humas.



Kategori Berita Kansar , General Berita , Kecelakaan kapal , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Minsar
20 September 8:00 WIB