TIM SAR GABUNGAN HADAPI CUACA EKSTREM, SAAT PENCARIAN PEMUDA TENGGELAM SUNGAI CIMANDIRI


Sukabumi - Tim SAR harus menghadapi cuaca ekstrem ketika melakukan upaya pencarian terhadap seorang pemuda asal Desa Cikembar yang tenggelam di Sungai Cimandiri tepatnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Operasi SAR dilakukan dari Rabu (20/5) pagi hingga sore tadi dengan membagi area pencarian menjadi 3 area dimana SRU pertama akan melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga sejauh 3 km kemudian SRU kedua akan melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet hingga sejauh 5 KM dari lokasi kejadian dan SRU ketiga melakukan pengamatan secara visual melalui darat dari lokasi kejadian hingga sejauh 3 KM. Puluhan personil SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Polsek Cikembar, Koramil Cikembar, Damkar Kab.Sukabumi, Pramuka Peduli Kab.Sukabumi, ACT, IEA, Rapi, Wanadri, Pramuka Peduli Kabupaten Sukabumi, KNPI Kota Sukabumi dan warga sekitar memutuskan untuk menghentikan penyisiran sekitar pukul 18.00 WIB dan melanjutkannya dengan pemantauan secara visual di sekitar lokasi kejadian. "Tim SAR gabungan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian hari ini namun adanya kendala cuaca yang buruk dan arus sungai yang cukup deras menghambat pergerakan pada hari ini." ungkap Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Beliau juga menambahkan bahwa rencana Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Kamis (21/5) besok pagi oleh tim SAR gabungan dan berharap kondisi cuaca baik supaya operasi SAR bisa berlangsung secara maksimal. Sebelumnya diketahui pada selasa (19/5) sekitar pukul 13.00 WIB Korban bersama 3 rekannya sedang menyeberangi sungai menggunakan ban berenang, kemudian korban yang bernama Mahmud Setiawan (28) melihat rekannya mengalami kesulitan karena bannya tersangkut ranting dengan cepat korban mencoba untuk menolong rekannya tersebut. Korban pun berenang ke arah korban, karena kondisi arus sungai yang cukup deras korban yang sempat memegang ban dari rekannya tersebut kemudian terlepas dan korban terseret arus kemudian menghilang.

HUMAS KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : jakartaadmin
20 May 18:35 WIB