BOCAH EMPAT TAHUN DIDUGA TENGGELAM DI SUNGAI KUMBE, TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN MELAKUKAN PENCARIAN.
Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia

BOCAH EMPAT TAHUN DIDUGA TENGGELAM DI SUNGAI KUMBE, TIM SAR GABUNGAN DIKERAHKAN MELAKUKAN PENCARIAN.

Humas BASARNAS
•9 Oktober 2025•1

Merauke (09/10) - Seorang anak balita dilaporkan  hilang diduga tenggelam di sungai Kumbe Merauke. Kejadian naas ini dilaporkan oleh Felix Resubun ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke pada hari Rabu, 8 Oktober lalu menjelang malam. Dalam laporannya Felix menceritakan bahwa seorang anak bernama Dionysius Rumatora  (L/4 th) kemarin pagi setelah diantar ke sekolah oleh ibunya di PAUD kampung Kumbe, terlihat oleh saksi mata tampak keluar lagi dari sekolah melalui pintu pagar belakang. Saat siang hari dijemput oleh ibunya, Dion sudah tidak ada di sekolah. Orang tua dibantu guru dan warga sekitar melakukan pencarian hingga ke tepi sungai Kumbe hingga sore. Berdasarkan informasi dari Jony Harbelubun selaku paman korban saat dimintai keterangan, seorang saksi mata melihat Dion di sekitar tepian sungai di depan sekolah namun tidak dapat dipastikan waktunya pada saat itu. “Kemarin ditunjukin foto sih katanya anak itu” tegas Jony menjelaskan kembali pada saat kemarin menunjukkan foto Dion kepada saksi mata tersebut. Selain itu, juga ditemukan bekas jejak kaki yang diduga milik anak kecil di tepian sungai. Diduga Dion terjatuh ke sungai. Oleh karena itu, kemarin malam pukul 18.30 Wit, satu tim rescue berjumlah 6 (enam) orang diberangkatkan menuju ke lokasi diduga Dion hilang untuk melakukan upaya pencarian.

Tim SAR gabungan menggunakan alat pendeteksi objek di bawah air (Aqua Eye) di tempat-tempat yang dicurigai korban berada

Pagi ini pukul 06.00 Wit tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Merauke, Lantamal XI Merauke, Satpolairud Polres Merauke pos Kumbe, keluarga serta warga sekitar melanjutkan pencarian korban. Tim melakukan pencarian dengan menyisir sungai Kumbe menggunakan perahu karet dan juga menyisir tepian sungai dengan berjalan kaki. Pencarian menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan alat pendeteksi objek bawah air (aqua eye) juga dimaksimalkan pagi ini di area pencarian yang luasnya mencapai 0,5 kilometer persegi di sekitar titik dugaan Dion hilang sejak kemarin.

Hingga siang ini, korban belum ditemukan dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian keberadaan Dion.(dwb/hms)

#Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia
PenulisHumas BASARNAS

Kantor Pusat BASARNAS

Jl. Angkasa B-15 Kav. 2-3

Kemayoran, Kota Jakarta Pusat

Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10610

Kontak

Telp. 021 6570 1116
Fax. 021 6570 1152
basarnas@basarnas.go.id

Jam Operasional: 08:00 - 16:00

Media Sosial

Copyright © 2026 BASARNAS. All Rights Reserved

Kontak Darurat SARTekan untuk menelepon
115
WhatsApp Rescue 115Chat BASARNAS