kondisi membahayakan manusia
Merauke (19/04) - Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Merauke, Polsek Kurik, Babinsa Kurik serta keluarga korban menemukan jasad Johanis Joni Gebze (L/41) tergeletak tak bernyawa diantara pepohonan didalam hutan Domande Merauke. Setelah ditemukan, korban lantas diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan oleh keluarga.
Sebelumnya, yakni pada hari sabtu (19 April) pagi pukul 07.45 wit Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke menerima laporan dari personil Polsek Kurik tentang belum kembalinya seorang pemburu di kampung Domande yang diduga tersesat saat berburu. Dalam Laporannya, personil Polsek Kurik tersebut menjelaskan bahwa korban sudah masuk ke hutan sejak tanggal 15 April lalu namun tidak kunjung kembali. Pihak setempat telah melakukan upaya pencarian sejak hari itu namun belum menemukan keberadaan korban.
Setelah laporan diterima, pukul 08.00 wit 1 (satu) tim penolong berjumlah 9 orang diberangkatkan menuju ke lokasi kejadian dugaan hilangnya Johanis Joni Gebze tersebut. Pada pukul 12.30 wit, tim tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan penyisiran bersama-sama dengan seluruh warga yang sudah berada di sana.
Tepat pukul 13.42 wit, tubuh korban ditemukan oleh tim gabungan di koordinat 08°8'24" S - 139°58'44" E namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Awalnya kami menemukan anak panah milik korban di antara pohon-pohon lalu kami perketat pencarian disekitar situ” ujar Solikin personil kantor SAR Merauke saat menceritakan kembali awal korban ditemukan. “Setelah kami teliti lagi disekitar situ, kami melihat tubuh tertelungkup di antara pepohonan yang tergenang air setinggi betis orang dewasa sekitar hampir 100 meter dari anak panah” tutup Solikin.
Setelah keluarga korban yang turut dalam pencarian memastikan bahwa tubuh tersebut adalah jasad Johanis Joni maka kemudian jenasah di evakuasi ke rumah duka di kampung Domande. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. (dwb/hms)